
Mengenang Sejarah, Menguatkan Persatuan: Peringatan Tragedi G30S/PKI di SMK Negeri 1 Bandar Lampung
Pada tanggal 30 September 2025, seluruh murid dan staf pengajar SMK Negeri 1 Bandar Lampung dengan khidmat memperingati Hari Peringatan Tragedi G30S/PKI. Peringatan ini merupakan komitmen sekolah untuk menanamkan kesadaran sejarah dan nilai-nilai kebangsaan, khususnya bagi generasi muda.
Mengusung semangat “Mengenang Sejarah Menguatkan Persatuan”, kegiatan ini bertujuan untuk mengingat kembali tragedi kelam yang pernah mengancam keutuhan ideologi negara, sekaligus menegaskan kembali komitmen kita pada Pancasila sebagai dasar negara yang tak tergantikan.
Sambutan Kepala Sekolah
“Peringatan hari bersejarah ini sangat penting, terutama bagi murid kita. Sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dipelajari agar kita tidak mengulangi kesalahan masa lalu. Tragedi G30S/PKI adalah pengingat betapa rapuhnya persatuan jika kita lupa akan nilai-nilai Pancasila. Saya mengajak seluruh murid untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga ideologi bangsa dan senantiasa menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan.”
Dr. Armina, M.Pd.
Kepala SMK Negeri 1 Bandar Lampung
Pelajaran dari Sejarah untuk Generasi Murid
Peringatan Tragedi G30S/PKI menjadi momentum bagi seluruh murid untuk memahami makna di balik pengorbanan para Pahlawan Revolusi. Beberapa poin penting yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah:
- Menghargai Pengorbanan Pahlawan: Mengingat jasa para pahlawan yang gugur dalam mempertahankan Pancasila dari upaya penggantian ideologi.
- Mewaspadai Ancaman Ideologi: Mendorong murid untuk berpikir kritis dan waspada terhadap ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
- Memperkuat Nilai Kebangsaan: Mengajak murid untuk mengaplikasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, seperti toleransi, gotong royong, dan musyawarah.
Melalui peringatan ini, SMK Negeri 1 Bandar Lampung memastikan bahwa murid-murid tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang tinggi, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kokoh. Sejarah adalah guru terbaik, dan dengan mengenangnya, kita berharap persatuan bangsa akan semakin kuat dan abadi.






